![]() |
| getintravel.com |
Gulungan ombak
parangtritis telah
membawa kabar dari
laut, mengingatkan kita agar
tak nekat berenang
ke tengah.
Di pantai,
tertulis larangan berenang
di laut. Terlihat ada
gardu khusus penjaga
pantai. Bahkan, sesekali, penjaga
pantai tampak berkeliling. Pemandangan ini
tidak di jumpai
di panta-pantai lain
di Yogyakarta.
Rupanya,
bukan hanya ombak
besar yang membuat
kita dilarang berenang
sampai ke tenggah. Tetapi, karena parangtritis
memiliki palung laut
dan diyakini memiliki
arus bawah laut
yang sangat kuat. Jika
ada yang terseret
ombak, dia pasti akan
lenyap diseret arus
bawah laut.
Konon,
hampir setiap tahun
ada saja pengunjung
yang lenyap ditelan
ombak besar. Karena peristiwa
itu, berkembanglah mitos-mitos yang
membuat sebagian nelayan
takut melaut disana.
![]() |
| getintravel.com |
Meskipun begitu, parangtritis
tetap pantai yang
banyak disukai oleh
wisatawan. Disana, kita
dapat menyewa bendi
atau kereta kuda
untuk berjalan-jalan di
sepanjang garis pantai. Eh, di sana
juga ada gumuk, loh. Itu…., gunung-gunung pasir yang
mirip gurun sahara. Satu lagi, di Parangtritis , kamu dapat melihat senja yang
indah.
Pantai
Parangtritis terletak di desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, sekitar 27
kilometer di selatan kota Yogyakarta. Nama Parangtritis ini, konon, diberikan
oleh Dipokusumo, seorang pelarian dari Kerajaan Majapahit. Waktu itu, dia
melihat tetesan air mengalir dari celah batu karang. Ia beri nama tempat itu
Parangtritis, yang berasal dari kata parang
atau batu dan tumatritis atau tetesan
air.
Parangtritis
adalah pantai yang asyik untuk bermain atau berlibur. Asal kita berhati-hati dan mematuhi peraturan
penjaga pantai,tak ada yang perlu dicemaskan.


0 komentar:
Posting Komentar